coba_dulu

silahkan_menikmati_blog_ini

05 Januari, 2010

Manajemen Proyek

MANAJEMEN PROYEK


Oleh : Annaas Pamungkas

Sistem Komputer

Universitas Gunadarma


Manajemen proyek adalah cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek.

Hal pertama yang harus dianggap sebagai manajemen proyek adalah bahwa proyek ini diantarkan dengan batasan yang ada. Hal kedua adalah kemungkinan terbaik distribusi sumber daya. Manajemen proyek adalah seni mengontrol baik hal selama proyek, dari sejak dimulai sampai selesai.



# Karakteristik proyek:

- Kegiatannya dibatasi oleh waktu; sifatnya sementara, diketahui kapan mulai dan berakhirnya

- Dibatasi oleh biaya/budget

- Dibatasi oleh kualitas

- Biasanya tidak berulang-ulang

# Contoh proyek:

- Pembuatan rumah

- Pembuatan jalan raya

- Pembuatan jembatan

- Pembuatan iklan perusahaan

- Pembentukan tim evaluasi lokasi baru perusahaan

- Pembuatan prototipe produk baru

- dll


Menurut H. Kurzner (1982)

Manajemen Proyek adalah merencanakan, menyusun organisasi, memimpin dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. Lebih jauh lagi manajemen proyek mengggunakan pendekatan hirarki vertical dan horizontal.



Manajemen proyek merupakan suatu usaha merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasidan mengawasi kegiatan dalam proyek sedemikian rupa sehingga sesuai dengan jadwal waktu dan anggaran yang telah ditetapkan.


Oleh karena itu, konsep manajemen proyek meliputi :

  1. Proyek merupakan suatu kegiatan yang sifatnya sementara dengan tujuan tertentu dan memanfaatkan sumber-sumber daya.
  2. Manajemen proyek adalah proses pencapaian tujuan proyek dalam suatu wadah tertentu.
  3. Manajemen proyek meliputi langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan penyelesaian proyek.
  4. kendala atau hambatan proyek adalah spesifikasi kerja, jadwal waktu dan dana.
  5. Bentuk organisasi atau wadah yang dimaksud dalam manajemen proyek adalah organisasi fungsional, koordinator, gugus tugas (task force) dan matrik.


Alasan pemilihan manajemen proyek :

  1. Tingkat kesulitan dalam tugas-tugas yang diperintahkan meningkat.
  2. Cepatnya perkembangan teknik baik teori maupun praktek.
  3. Biaya meningkat, lamanya bisa dipakai suatu barang menurun dan hilangnya nilai suatu barang.
  4. Resiko-resiko dan biaya-biaya proyek di masa datang dapat turun.


Langkah-langkah yang harus dilakukan orang untuk dapat memasuki atau menguasai manajemen proyek, meliputi :

  1. Orang tersebut harus mampu untuk menganalisa kesempatan berusaha yang akhirnya diwujudkan dalm bentuk proyek, dengan memperhatikan : peraturan-peraturan yang ada, kemungkinan ekspansi, kemudahan barang-barang, modal dan bahan mentah dan lain-lain.
  2. Orang tersebut harus mampu untuk menghayati karakteristik (sifat) dan batasan proyek sebelum mengambil keputusan suatu proyek.
  3. Orang tersebut harus menyadari bahwa manajemen proyek membutuhkan suatu wadah atau organisasi.


Setelah langkah-langkah tersebut dikuasai, barulah kita memutuskan dalam mengambil keputusan untuk investasi pada proyek. Adapun tujuan keputusan investasi adalah untuk memaksimalkan nilai pemilik badan usaha (laba).


Referensi :

Ø (http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek)

Ø (Akhirsonson Karaini, Armaini, Pengantar Manajemen Proyek, 1994. Penerbit Universitas Gunadarma Depok.)

Tidak ada komentar: