coba_dulu

silahkan_menikmati_blog_ini

24 Desember, 2010

Seven Segmen Display

Diposting oleh Annaas Pamungkas
Tugas FPGA

Seven Segmen Display merupakan sebuah rangkaian komponen logika digital yang dapat menampilkan sebuah karakter berupa angka-angka maupun huruf sehingga dapat dimengerti oleh manusia. Seven segmen display terdapat 7(tujuh) dioda berupa LED(Light Emitting Diode) membentuk sebuah karakter yang diinginkan dengan menyalanya LED sebagai penanda.  
Susunan dari LED yang berada pada seven segmen display :

Masing-masing dioda tersebut membutuhkan sinyal input sebagai pengendali output yang dihasilkan. Terdapat 2(dua) type dari seven segmen display yakni, Common Anoda akan mengaktifkan tiap dioda ketika menerima sinyal input bernilai low dan Common Katoda akan mengaktifkan tiap dioda ketika menerima sinyal input bernilai high.
            Cara untuk dapat menghasilkan sinyal-sinyal pengendali dari seven segmen display dengan menggunakan seven segmen decoder atau berupa sandi Binary Code Decimal (BCD) yang  membutuhkan 4(empat) inputan dengan angka berbasis heksadesimal (bahasa mesin) yang kemudian sinyal-sinyal inputan tersebut akan diterjemahkan ke dalam 7(tujuh) sinyal yang setiap sinyalnya mengatur aktif atau tidaknya LED.
            Saya akan mengambil contoh logika pembentukan sebuah seven segmen display type common katoda. 
Sebuah IC Dekoder akan menampilkan kode-kode biner menjadi penanda yang dapat ditanggapi secara visual dari sebuah display. Rangkaian diatas ditandai dengan 4(empat) switch yang merupakan inputan berupa sandi BCD 8421, kemudian akan diolah oleh IC decoder sehingga menghasilkan output yang merupakan inputan bagi seven segmen display untuk mengendalikan LED. Dibawah ini merupakan tabel kebenaran yang dihasilkan dari decoder seven segmen display type common katoda.


Setelah kita mendapatkan nilai sinyal input/karakter yang akan ditampilkan dan output sinyal dari a, b, c, d, e, f, dan g. Kemudian kita dapat mencari gerbang logika yang akan dibentuk dari fungsi Boolean a, b, c, d, e, f, dan g menggunakan peta karnaugh (karnaugh map).








"(untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas, silahkan di klik pada gambar)"
Contoh program vhdl dari bcd to seven segmen display :



Contoh program vhdl dari bcd to seven segmen display menggunakan gerbang logika (Peta Karnaugh) :



Gerbang logika yang didapat dari program diatas :

















Sumber :
  • http://vhdlguru.blogspot.com/2010/03/vhdl-code-for-bcd-to-7-segment-display.html
  • http://fahim007.wordpress.com/2008/10/20/merancang-seven-segment-display-decoder/

22 Desember, 2010

Karena Peristiwa Kecil

Diposting oleh Annaas Pamungkas
Tulisan Bahasa Indonesia


Di pagi hari nan cerah, sebuah keluarga yang sedang menikmati sarapan pagi sebelum berangkat menuju aktivitas masing-masing, ayah pergi ke kantor, kakak yang duduk di bangku SMA tingkat dua (2) pergi ke sekolah, adik yang duduk di bangku sd tingkat tiga (3) pergi ke sekolah dan ibu sebagai ibu rumah tangga mempersiapkan segala kebutuhan di dalam rumah. Ayah selalu lebih dahulu berangkat setelah sarapan bersama menuju kantornya. Adik biasa menunggu jemputan sekolah yang setiap hari senin hingga sabtu datang sekitar pukul 06.30 pagi. Kakak menggunakan sepeda motor setiap harinya menuju sekolahan. Saat ayah telah berangkat dan hanya berdua di meja makan, adik tidak sengaja menumpahkan air minum ke celana kakak. Kakak yang tidak suka dengan peristiwa tersebut memarahi adik. Adik sudah meminta maaf namun, kakak masih memarahinya. Kemudian ia menangis dan ketika jemputan datang tidak di perhatikan sehingga ia tidak dapat ikut jemputan menuju sekolahnya. Pukul 06.40 adik berhenti menangis dan menginginkan berangkat ke sekolah. Akhirnya ibu menyuruh kakak untuk mengantarkan adik ke sekolahnya. Kakak dan adik berangkat menggunakan sepeda motor, kakak harus mengantarkan adik terlebih dahulu sebelum menuju ke sekolahannya. Setelah ia mengantarkan  adik, dengan segera ia menuju tujuannya. Tidak diduga, ternyata pintu sekolah telah ditutup dan ia tidak dapat mengikuti pelajaran karena terlambat ke sekolah. Kemudian ia berkata dalam hatinya, “Seandainya saja tadi saya memaafkan adik dan tidak memarahinya hingga ia menangis, mungkin saya tidak akan terlambat” 

20 Desember, 2010

Pencuri Buah Rambutan

Diposting oleh Annaas Pamungkas
Tulisan Bahasa Indonesia



Pada suatu pagi yang cerah, seorang pemuda yang baru beranjak dewasa sedang berjalan-jalan untuk menikmati udara pagi di sekitar kolam ikan, pemuda tersebut bernama Toni. Di pinggiran kolam terlihat beberapa pohon rambutan yang sedang berbuah. Saat toni sedang menghirup udara pagi dengan mengangkat kepalanya ke atas, terdiam sejenak melihat pohon rambutan yang sedang berbuah, terbayang dalam pikirannya buah rambutan yang manis dan banyak. Terpikir dalam benak untuk menikmati rambutan yang dilihatnya, sambil mendekati pohon tersebut. Toni mempunyai ide dan rencana untuk mengambil buah rambutan itu, kemudian ia melanjutkan jalan pagi mengelilingi kolam, sawah dan perkebunan.
Pada sore harinya, toni mengajak teman-temannya untuk menikmati buah rambutan yang berada di samping kolam saat ia jalan-jalan pagi. Salah satu teman toni yang bernama fajar menyarankan untuk melihat terlebih dahulu posisi dan kondisi pohon rambutan tersebut, “Ton, bagaimana jika kita ke pohon tersebut untuk melihat posisi dan kondisi dari pohon yang kamu ceritakan?” kata Fajar. Toni menjawabnya, “Ok, kita sekarang ke pohon rambutan tersebut! Kalian pasti meginginkannya juga”. Mereka langsung menuju pohon rambutan tersebut untuk melihatnya. Akhirnya mereka merencanakan akan mengambil rambutan tersebut pada malam harinya agar tidak terlihat oleh pemilik pohon. Toni berkata, “Nanti malam jangan lupa berkumpul di tempat biasa untuk menjalankan rencana kita”.
Malam pun tiba, jam dinding menunjukkan jarum panjang ke angka enam dan jarum pendek ke angka sepuluh. Di tempat biasa mereka berkumpul, telah bersiap suatu kelompok yang akan menjalankan rencananya. Sandi, salah satu bagian kelompok tersebut yang akan menginformasikan jika ada orang yang akan melewati pohon tersebut, dan teman-teman yang lainnya akan mengambil langsung rambutan dari pohonnya. Setelah setengah jam mereka berada diatas pohon untuk mengambil rambutan dan ada pula yang memakannya langsung diatas pohon sambil menikmatinya. Sandi sebagai pemberi informasi, sejenak terlelap menunggu teman-temannya yang sedang keasyikkan memakan buah rambutan di atas pohon. Sandi terbangun dan kaget melihat sorotan lampu senter yang berasal dari semak-semak, tanpa pikir panjang sandi langsung berlari meninggalkan posisinya sebagai informan kearah pohon rambutan dan memberitahu teman-temannya bahwa seseorang akan mendekati pohon tersebut. Sandi berlari sambil berkata, “Ayo cepat turun teman-teman seseorang akan menuju pohon ini!”. Teman-temannya yang berada diatas pohon segera menuruni pohon tersebut dengan tergesa-gesa, hingga salah satu dari kelompok tersebut terpeleset dan terjatuh masuk ke dalam kolam. Ternyata sorotan lampu senter yang dilihat sandi merupakan pemilik pohon rambutan tersebut, ia datang untuk melihat-lihat pohonnya yang sedang berbuah itu. Sekitar lima meter dari pohon ia mengarahkan sorotan senter ke rambutan yang berada di pohon tersebut. Ia berpikir bahwa rambutannya masih cukup banyak dan merasa tidak ada keanehan pada pohon tersebut, sehingga ia kembali menuju rumahnya yang berada sekitar duabelas meter dari pohon itu. Toni yang masih berada diatas pohon bersembunyi dibalik dedaunan yang lebat dan beruntung ia tidak tersorot senter pemilik pohon, namun ia diserang oleh semut-semut ditempat ia bersembunyi hingga tubuhnya gatal-gatal. Fajar yang masih di dalam kolam merapatkan ke dinding kolam untuk menghindari sorotan senter tersebut. Toni dengan tubuh yang gatal-gatal menuruni pohon dengan gemetaran karena hampir saja ia diketahui oleh pemilik pohon. Fajar dengan tubuh yang gemuk, meminta tolong ke toni untuk membantu menariknya dari kolam. ketika toni menarik tangan fajar, ia tidak kuat dan akhirnya toni jadi masuk ke dalam kolam. mereka berdua berada di kolam ikan dan berusaha untuk keluar dari kolam tersebut.
Di tengah malam mereka pulang ke rumah masing-masing dengan tubuh yang menggigil dan seluruh pakaian basah semua. Sandal dari teman toni dan fajar masih ada yang tertinggal baik sepasang maupun hanya sebelah karena tidak sempat untuk menggunakannya saat pemilik pohon mendekat.

03 Desember, 2010

Contoh Pola Pengembangan Paragraf

Di posting oleh Annaas pamungkas
Tugas Bahasa Indonesia 3
 

Paragraf merupakan sebuah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok dalam bentuk rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). Berikut ini merupakan pola pengembangan paragraf, yaitu :
 

1)    Pola paragraf definisi merupakan penjelasan sesuatu dengan jelas. Pola paragraf definisi biasanya menggunakan sebuah konjungsi (adalah, ialah, yaitu) yang dicantumkan pada paragraf supaya lebih mudah dimengerti.

Contoh Pola Pengembangan Paragraf Definisi :

Apakah itu Intranet? Kata intranet ini mungkin masih banyak orang awam yang belum mengetahuinya. Kata intranet hampir menyerupai dengan kata internet, namun terdapat perbedaan dari internet dan intranet. Jadi intranet merupakan sebuah jaringan komputer yang berbasis protokol TCP(Transfer Control Protokol) atau IP(Internet Protokol) seperti halnya sebuah internet, hanya saja intranet digunakan dalam keadaan internal dari sebuah lembaga, perusahaan, kantor, bahkan warung internet(WARNET) pun dapat dikategorikan sebagai intranet. Antar Intranet dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya melalui sambungan Internet yang memberikan tulang punggung komunikasi jarak jauh di dalam suatu tempat atau wilayah. Akan tetapi sebuah intranet tidak perlu terhubung menuju sambungan jaringan ke luar tempat atau wilayah, sehingga intranet hanya terhubung dalam suatu jaringan di dalam suatu tempat atau wilayah. Intranet menggunakan semua protocol TCP(Transfer Control Protokol) atau IP(Internet Protokol) dan aplikasinya, sehingga semua komputer yang terhubung dengan intranet memiliki “private” internet.

 
2)     Pola paragraf sebab-akibat atau yang pada umumnya disebut pola kausal, dapat dinyatakan dengan menggunakan sebab-akibat suatu peristiwa. Dalam hal ini sebab dapat menjadi gagasan utama, sedangkan akibat dapat menjadi perincian pengembangannya, ataupun sebaliknya.

Contoh Pola Pengembangan Paragraf Sebab-Akibat :

Jika kita sering berolahraga dengan benar, tentunya tubuh kita akan sehat dan bugar .Olahraga dapat memiliki banyak manfaatnya terhadap kesehatan tubuh. Dengan proporsi dan pilihan yang tepat dengan dilakukan secara teratur, olahraga yang kita lakukan dapat mencegah dan membantu proses penyembuhan penyakit. Telah banyak riset yang terus mencoba menemukan manfaat lain dari olahraga. Selain dapat menjaga tubuh dan mencegah kegemukan, olahraga juga dapat sebagai alternative untuk proses penyembuhan seperti halnya obat-obatan. Karena olahraga memiliki lebih sedikit efek samping dibanding jenis pengobatan lainnya. Sebenarnya yang membuat olahraga mampu berfungsi sebagai salah satu cara pengobatan yang efektif yaitu olahraga dapat memperkuat otot dalam tubuh yang bekerja paling keras, yakni jantung. Olahraga teratur mampu memacu tubuh mencapai detak jantung optimal 60 hingga 70 persen dari detak jantung maksima, sehingga mampu membuat jantung berdetak secara efisien, memperkuat pembuluh arteri dan melancarkan sirkulasi darah.


3)     Pada pola paragraf proses merupakan termasuk jenis paragraf deskriptif. Paragraf proses yaitu paragraf yang menjelaskan atau menginformasikan suatu proses terjadinya atau proses bekerjanya sesuatu urutan langkah.

Contoh Pola Pengembangan Paragraf  Proses:

Tentunya kita semua mengetahui makanan yang bernama tempe. Tempe yang sering kita konsumsi merupakan makanan murah dan bergizi.  Banyak protein yang dikandung oleh tempe. Cara membuat tempe pun tidaklah sulit. Bahan yang akan diolah mudah diperoleh, yaitu kacang kedelai atau kacang-kacangan lain. Namun, bahan yang biasanya digunakan adalah kacang kedelai. Untuk membuat tempe, langkah yang  pertama kali dilakukan yaitu mengambil kedelai yang sudah kita siapkan sebelumnya.  Kita pilih terlebih dahulu kedelai yang bagus dan bersih. Kemudian, cuci bersih dengan air yang mengalir, dan kita rebus sampai terlihat masak. Rebusan tempe yang masih panas tersebut dibiarkan satu atau dua jam sehingga menjadi dingin.  Kulit kedelai masih melekat walaupun ada juga yang sudah mengelupas. Sekarang usahakan supaya kulit kedelai mengelupas semua. Caranya, masukkan kedelai ke dalam bakul, letakkan di bawah pancuran air dan aduk secara terus-menerus. Lakukan hal itu sampai kedelai terkelupas semuanya. Sambil membersihkan kedelai, didihkan air didalam panci besar, kemudian masukan kedelai yang telah dibersihkan dan rebus hingga empuk, setelah terlihat empuk, angkat dan buang airnya. Cuci kedelai dibawah air mengalir untuk membuang sisa kulit arinya, kemudian tiriskan hingga kering. Atur kedelai didalam wadah dengan permukaan lebar, setelah dingin taburi permukaan kedelai dengan ragi tempe, aduk hingga merata, kemudian masukan kedelai yang telah diberi ragi kedalam plastik secara merata, tutup rapat ujungnya, kemudian lubangi plastik tersebut secukupnya untuk udara. Simpan bungkusan tempe tersebut ditempat yang terdapat sirkulasi udaranya selama kurang lebih 35 jam.


4)    Paragraf contoh merupakan sebuah paragraf ilustrasi. Paragraf contoh dikembangkan menggunakan sebuah contoh atau ilustrasi. Contoh atau ilustrasi pada paragraph tersebut yang memberikan penjelasan terhadap gagasan paragraf, baik dengan cara deduktif, induktif, atau paduan keduanya.

Contoh Pola Pengembangan Paragraf Contoh :

Sebagai seorang pengusaha harus memiliki modal untuk mambangun usahanya. Seorang pengusaha besar biasanya memiliki modal yang besar dalam membangun usahanya. Sedangkan pengusaha kecil biasanya memiliki modal yang kecil dalam membangun usahanya. Baik itu bermodal besar maupun bermodal kecil, seorang pengusaha diarahkan untuk mengolah dan mengatur modal tersebut agar mendapatkan keuntungan yang hendak dicapai. Bagi pengusaha yang bermodal kecil, jika berani mengambil resiko, rintangan dan tantangan dalam mengembangkan usahanya, maka akan dapat menjadi seorang pengusaha yang besar. Jatuh-bangun sebuah usaha akan memberikannya pengalaman dan kekuatan untuk memperluas usahanya sehingga menjadikannya seorang pengusaha yang besar. Banyak pengusaha besar berawal dari modal yang kecil sehingga memiliki usaha bermodal besar dengan sikap pantang menyerah dan memiliki keberanian dalam membangun usahanya. Hal tersebut merupakan sebuah contoh bahwa seorang pengusaha yang bermodal kecil dapat menjadi pengusaha besar dengan keberanian dan sikap pantang menyerah.


5)    Pola Paragraf Klasifikasi merupakan suatu pengembangan paragraph melalui pembentukan kelompok yang berdasar atas sifat-sifat tertentu. Kata atau ungkapan yang biasanya digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.

Contoh Pola Pengembangan Paragraf Klasifikasi :

Pengklasifikasian pada tumbuhan memiliki tujuan dan manfaat. Klasifikasi tumbuhan merupakan suatu cara sebagai pembentukan kelas-kelas, kelompok, atau unit melalui pencarian keseragaman dalam keanekaragaman tumbuhan. Pengklasifikasian tumbuhan memiliki tujuan untuk menyederhanakan ruang lingkup obyek studi yang akan diteliti. Klasifikasi tumbuhan dapat membantu dalam mengetahui jenis-jenis tumbuhan, mengetahui hubungan antar tumbuhan dan mengetahui kekerabatan antar tumbuhan yang beraneka ragam. Perbedaan dasar yang digunakan dalam mengadakan klasifikasi tumbuhan tentu saja memberikan hasil klasifikasi yang berbeda-beda, yang dari waktu ke waktu menyebabkan lahirnya Sistem Klasifikasi yang berbeda. Namun pada prinsipnya, kesamaan-kesamaan atau keseragaman itulah yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi, misalnya klasifikasi berdasarkan lingkungan hidupnya, seperti tumbuhan air, tumbuhan darat, tumbuhan dataran tinggi, tumbuhan dataran rendah, atau berdasarkan kegunaannya seperti tumbuhan sandang, obat-obatan, hias, dan lain sebagainya.

01 Desember, 2010

Bayangan Daun Pisang


Di posting oleh Annaas Pamungkas
Tulisan Bahasa Indonesia

     Pada suatu malam di kampung halaman, yang saat itu adzan isya berkumandang. Doni pun bersiap-siap untuk menuju sebuah surau yang letaknya tidak jauh dari rumah neneknya. Ketika persiapan menuju surau sudah lengkap, ia pun izin kepada semua penghuni yang kebetulan berada pada tengah rumah, karena pintu keluar dari rumah neneknya harus melewati ruang tengah. Kondisi jalan menuju surau dimana doni akan menjalanan shalat isya memang terlihat tampak sunyi, sepi dan gelap karena masih banyaknya pepohonan disertai lampu yang masih jarang dan hanya ada di rumah-rumah. ketika Doni berjalan di kegelapan malam menuju sebuah surau yang hanya ada sebuah jalan setapak. Langkah demi langkah ia lewati dengan tenangnya, tiba-tiba saja doni merinding entah karena cuacanya dingin atau memang ada alasan lainnya. Ia teringat bahwa malam ini merupakan malam jum’at. Tengok kanan dan kiri disertai rasa was-was yang dirasakan. ”Astagfirullahhalazhim”, doni sentak kaget bukan kepalang tatapan matanya tertuju pada bayangan putih yang muncul di pohon pisang, angin juga berhembus membuat suasana semakin mencekam. Tanpa pikir panjang dengan rasa yang kaget bukan kepalang doni membalikan badan dan berlari kembali menuju rumah neneknya dengan tergesa-gesa, ”Assalammualaikum”....hah...heh....hoh dengan nafas terengah-engah dan jantung berdebar, ”pocong ada pocong di pohon pisang”. Orang-orang yang berada di tengah rumah memandang doni dengan penuh kebingungan. Doni pun akhirnya menceritakan kronologi kejadian tersebut kepada keluarganya yang kebetulan berada di tengah rumah. Akhirnya ayah doni menyusuri jalan yang telah doni lewati, memang ayahnya juga sempat kaget ketika melihat bayangan putih tersebut di pepohonan pisang. Tanpa ragu-ragu ayahnya mengecek bayangan putih tersebut, ia mendatanginya. Ternyata bayangan putih tersebut merupakan sebuah daun pisang yang memantulkan sinar cahaya bulan, ia lihat ke arah cahaya bulan dan benar adanya yang memang bulan pada malam itu bersinar terang dari hari biasanya. Bayangan putih yang bergoyang tersebut disebabkan daun pisang yang memantulkan cahaya bulan tertiup angin sehingga daun pisang tersebut bergoyang. Ayahnya doni kembali dan menjelaskan bayangan putih yang ia lihat bukan pocong melainkan hanya daun pisang yang memantulkan sinar bulan tertiup angin hingga bergoyang. Keluarga yang berada di tengah rumah pun tertawa atas kejadian ini. Yang akhirnya doni berangkat kembali menuju surau melewati jalanan yang tadi ia lewati dan sambil tersenyum saat melihat bayangan putih tersebut yang telah ia kira adalah makhluk halus, ternyata hanyalah daun pisang yang memantulkan sinar bulan dengan angin menggoyangkannya.