coba_dulu

silahkan_menikmati_blog_ini

24 November, 2010

Tekad yang Kuat


Di posting oleh Annaas Pamungkas
Tulisan Bahasa Indonesia
 


            Suatu hari di sebuah desa yang kering dan gersang. Terdapat seorang kakek dan cucunya yang hanya tinggal berdua di sebuah gubuk tua. Mereka memiliki lahan yang digunakan untuk bertani, namun lahan tersebut hanya bergantung pada saat hujan turun. Lahan pertanian di desa tersebut memang hanya bergantung pada hujan untuk mengairi sawahnya. Ketika kakek sedang berkeliling, dia melihat sebuah danau yang selalu tergenang air. Kakek memiliki ide untuk mengairi lahan para petani, termasuk lahannya dengan air yang berasal dari danau tersebut. Tidaklah mudah untuk mengalirkan air ke lahan petani karena jarak yang cukup jauh dan kondisi wilayah sekitarnya yang berbatu. Kakek bercerita mengenai idenya kepada cucunya, namun cucunya tidak mendukung ide tersebut karena hal tersebut tidak mungkin, dilihat dari jarak dan kondisi wilayahnya. Tekad kakek kuat untuk menjalankan idenya, hari demi hari ia lewati untuk menggali dan menyingkirkan batuan yang menghalangi jalur pengairan. Para petani sekitar hanya bisa menertawakannya terhadap apa yang kakek kerjakan, para petani berpikir bahwa hal tersebut tidaklah mungkin terjadi dan menganggap ide kakek tidak akan berhasil. Setelah sekian bulan terlewati, cucunya merasa tergerak hatinya untuk membantu kakek menggali dan menyingkirkan bebatuan yang menghalangi jalur pengairan. Kakek selalu mengingatkan cucunya bahwa kita harus mempunyai tekad yang kuat untuk bermanfaat bagi orang lain walaupun orang lain berpikiran hal tersebut tidaklah mungkin selama kita belum mencobanya. Bulan demi bulan telah mereka lewati untuk menjalankan tekad tersebut, yang pada akhirnya pekerjaan mereka menuaikan hasil yang sangat memuaskan. Lahan-lahan pertanian teraliri air walaupun tidak terdapat hujan. Kakek dan cucunya merasakan kelelahan, namun rasa lelah tersebut telah terobati dengan berhasilnya tekad mereka untuk mengalirkan air ke lahan-lahan pertanian yang merupakan sumber kehidupan para penduduk sekitar. Para petani merasa takjub dan sangat berterima kasih atas tekad sang kakek yang bermanfaat bagi orang lain.

Tidak ada komentar: